Sejarah

Home / Sejarah

Rumah Sakit Umum Daerah H, Hanafie Muara Bungo adalah milik Pemerintah Kabupaten Bungo, mulai dibangun secara bertahap sejak tahun 1980 dengan biaya Pemerintah Pusat dan selesai tahun 1982, terletak diatas areal 8.5 Ha, dan mulai operasional November 1982, kelas D dengan kapasitas mulanya dengan 50 tempat tidur, berlokasi di ibu kota Kabupaten Bungo yaitu di Muara Bungo yang berjarak sekitar 300 km dari kota Padang dan 258 km dari kota Jambi yang dilewati oleh Jalan Lintas Sumatera, Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo menjadi rumah sakit rujukan untuk Kabupaten tetangga seperti Sarolangun, Merangin, Tebo (Provinsi Jambi) dan Dhamasraya (Provinsi Sumatera Barat)

Pada tahun 1990 telah mempunyai tenaga dokter spesialis 4 dasar dan pada 1993 naik jadi rumah sakit kelas C dengan 70 tempat tidur ( Ditetapkan dengan SK Menteri Kesehatan Nomor : 195/Menkes/SK/II/1993 tanggal 26 Februari 1993.

Pada tahun 1998 dikembangkan lagi dengan beberapa fasilitas seperti menambah rawat inap, yaitu rawat inap VIP / Kelas Utama untuk mengakomodasi masyarakat tingkat ekonomi menengah atas sehingga diharapkan terjadi subsidi silang, dan pengembangan Instalasi Farmasi dengan Apotik Annex, dan kapasitas tempat tidur bertambah jadi 100 tempat tidur. Pada 30 April 2001 diresmikan jadi Unit Swadana Daerah ,Tahun 2003 melaksanakan pelaynan SWADANA.

Keputusan bupati Bungo, Nomor 16 Tahun 2007 Penetapan Rumah sakit Umum Daerah Kab. Bungo sebagai satuan kerja perangkat daerah menerapkan pola pengelolahan keuangan badan layanan umum daerah bertahap, Pada tanggal 28 Januari 2009 berdasarkan SK Bupati Bungo Nomor 410/Kesra Tahun 2008  RSUD Muara Bungo dirubah namanya menjadi RSUD H. Hanafie Muara Bungo. Nomor 01/RSUD tahun 2010 penetapan RSUD sebagai satuan kerja perangkat daerah yang menerapkan pola pengelolahan keuangan badan layanan umum daerah (PPK BLUD) secara Penuh.

Pada tahun 2011 dengan kapasitas 188 tempat tidur, RSUD H. Hanafie Muara Bungo telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan – Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Bungo khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dan telah Terakreditasi 5 Pelayanan dasar komisi Akresitasi RS Nomor Kars-SERT/02/VII/0431/2011. dan pada tahun 2011 dilakukan peresmian gedung poliklinik rawat jalan serta penambahan gedung IGD rawat inap pada tahun 2012, selanjutnya untuk mewujudkan pelayanan kesehatan pada tahun 2013 telah menambah sarana dan prasarana seperti pebangunan instalasi pengelolahan air limbah (IPAL). Incenerator , genset dan penambahan daya listrik . pada tahun 2013 juga mendapat rekomendasi SK Gubernur No 71 tentang rumah sakit Rujukan.

Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo yang merupakan satu-satunya Rumah Sakit milik Pemerintah Kabupaten Bungo, terletak di kota Muara Bungo yang dilewati jalan Lintas Sumatera, melayani rujukan dari 18 (Delapan belas) Puskesmas dalam Kabupaten Bungo dan Puskesmas-puskesmas dari Kabupaten lain disekitarnya.

Melihat besarnya fungsi strategis Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo sekarang dan dimasa yang akan datang, maka perlu kiranya diambil langkah-langkah pembenahan untuk menyikapi permasalahan yang timbul dan mengantisipasinya.

Permasalahan utama yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo terkait dengan kualitas pelayanan kesehatan khususnya terhadap masyarakat miskin adalah sumber daya manusia yang saat ini masih kurang atau terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitas seperti dalam pemenuhan kebutuhan tenaga Dokter Spesialis, tenaga Perawat atau tenaga Penunjang lainnya. Dengan tersedianya tenaga Dokter Spesialis maupun tenaga perawat yang terampil tentunya diharapkan pelayanan terhadap masyarakat miskin khususnya dapat menjadi lebih maksimal sehingga tidak perlu dirujuk ke Rumah Sakit lain.

Pemerintah Kabupaten Bungo, dalam hal ini Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo telah melakukan upaya dengan menyekolahkan Dokter Umum untuk mengambil pendidikan Dokter Spesialis dengan ikatan kerja. Pada saat ini dokter yang disekolahkan sudah kembali bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo, diharapkan dengan kembalinya para dokter dapat menambah pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo.

Dari segi pembenahan pelayanan khususnya JAMKESMAS, Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo terus berbenah agar pelayanan lebih maksimal dengan tidak melanggar ketentuan – ketentuan yang berlaku.

Salah satu sarana untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat miskin tersebut  dengan menambah daya tampung pasien miskin yang berkunjung ke Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo. Selain itu, Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie  Muara Bungo merupakan  Rumah Sakit Rujukan dari berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit lain dari kabupaten lain disekitarnya.

RSUD H.Hanafie Muara Bungo Juga Melayani Pasien Umum, Pasien BPJS, Pasien Perusahan, Pasien VCT, Pasien SAMISAKE, dan Pasien JAMKESDA.

Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo Telah di tetapkan kelas rumah sakit dari Tipe C ke Tipe B. Bedasarkan Surat keputusan Menteri Kesehatan Repulik Indonesia Nomor : HK.02.03/I/0431/2015.

Tahun 2014 jumlah tempat tidur sebanyak ( 214 ), dan ada peningkatan pada tahun 2015 ( 11 ). Jadi Saat ini Jumlah keseluruhan tempat tidur yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo sebanyak (225) tempat tidur untuk pasien yang menjalani Rawat Inap termasuk untuk pelayanan rawat inap bagi masyarakat miskin sekitar 50 %. Dari total tersebut tentunya jika dikaitkan dengan kondisi dimana Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo saat ini menjadi Rumah Sakit rujukan dari berbagai Puskesmas dan Rumah Sakit lain di Kabupaten Bungo maupun Kabupaten disekitarnya masih sangat kurang dari kebutuhan pelayanan yang sesuai.

Dengan kondisi saat ini, khususnya terkait dengan fasilitas atau alat pelayanan kesehatan yang masih terbatas di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo sehingga menyebabkan masih banyak pasien yang dirujuk ke luar daerah, tentunya diperlukan peningkatan prasarana dalam pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo ke depannya.

Salah satunya adalah dengan meningkatkan fasilitas alat kesehatan yang terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo. Peningkatan alat kesehatan tersebut juga disesuaikan dengan kebutuhan penambahan tenaga Dokter Spesialis yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah H. Hanafie Muara Bungo serta untuk mempersiapkan alat kesehatan yang akan menunjang bagi Dokter Spesialis yang saat ini masih dalam pendidikan yang diperkirakan akan selesai nantinya.

Tahun 2015 ini ada penambahan Dokter Spesialis Bedah menjadi 2 Dokter, Dokter Spesialis Anak Menjadi 4 Dokter, dan Telah ada Dokter Khusus Anastesi untuk Ruang Operasi. Dan pelayanan medik Subspesialis Ginjal, Hipertensi, Hemodialisa telah diikuti oleh dokter Spesialis Penyakit Dalam.

 

Gambaran umum Kabupaten Bungo dengan luas wilayah 7.100 km² terletak  antara 140-145° LS dan antara 37–102° BT batas–batas antara lain :
1.   Sebelah Utara dengan Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumbar

2.  Sebelah Timur dengan Kabupaten Tebo Provinsi  Jambi

3.  Sebelah Selatan dengan Kabupaten Merangin Provinsi Jambi

4.  Sebelah Barat dengan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi

5.  Luas Lahan 55.000 M2 dan Luas Bangunan 15.762 M2